Advertisement

 


GP Ansor Pacitan Gelar Riding Ziarah, Rawat Spiritualitas dan Teladani Perjuangan Para Tokoh

Pengurus PC GP Ansor Pacitan, Banser dan MDS Rijalul Ansor dan PAC GP Ansor se kabupaten Pacitan  mengikuti Riding Ziarah sebagai momentum memperkuat spiritualitas, silaturahmi dan meneladani perjuangan para pendahulu.

PACITAN | Arvatra – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan Riding Ziarah sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat spiritualitas, keimanan, dan ketakwaan sekaligus meneladani perjuangan para tokoh yang telah mendahului.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 4 Oktober 2026, tersebut diikuti jajaran Pengurus Harian PC GP Ansor Pacitan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), MDS Rijalul Ansor dan PAC GP Ansor se kabupaten Pacitan 

Ketua PC GP Ansor Pacitan, Zainal Arifin, mengatakan Riding Ziarah bukan sekadar perjalanan mengunjungi makam, tetapi menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, ziarah juga menjadi sarana untuk mengenang jasa dan perjuangan para tokoh terdahulu yang telah memberikan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Ziarah ini bukan sekadar perjalanan dari satu makam ke makam yang lain. Ada nilai spiritual dan keteladanan yang ingin kami tanamkan. Kami ingin generasi muda Ansor tidak hanya mengenal nama dan perjuangan para pendahulu, tetapi juga mengambil hikmah dari perjalanan hidup mereka,” ujar Zainal Arifin.

Rombongan akan berkumpul di Joglo Nusantara, Ploso, Pacitan, sebelum memulai perjalanan pada pukul 08.00 WIB. Dari titik awal tersebut, peserta akan menyusuri sejumlah makam yang menjadi bagian dari rangkaian Riding Ziarah.

Rute ziarah meliputi Makam Gunung Pegat, Makam Kucur, Makam Desa Widoro, Makam Desa Tambakrejo, Maqbaroh Gunung Boto, serta Makam Desa Jatimalang. Perjalanan kemudian berakhir di Pondok Pesantren Al Fattah Kikil.

Bagi GP Ansor Pacitan, rangkaian tersebut memiliki makna tersendiri. Perjalanan secara fisik menjadi simbol ikhtiar menyusuri jejak para pendahulu, sementara doa dan ziarah menjadi momentum untuk mengingat bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.

Zainal menegaskan, nilai terpenting dari kegiatan tersebut bukan pada perjalanan menggunakan kendaraan, melainkan bagaimana setiap peserta mampu membawa pulang pesan moral dari tempat-tempat yang dikunjungi.

“Yang kami cari bukan sekadar sampai di tujuan, tetapi hikmah di setiap perjalanan. Di makam para pendahulu kita belajar tentang perjuangan, keikhlasan, pengabdian dan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah maupun sesama manusia,” katanya.

Setibanya di Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, salat Zuhur bersama, kemudian ditutup dengan khataman Al-Qur'an.

Rangkaian penutup tersebut sekaligus menjadi penguat bahwa Riding Ziarah GP Ansor Pacitan tidak hanya mengedepankan kebersamaan organisasi, tetapi juga berupaya menghadirkan suasana religius dan kekhidmatan dalam setiap tahapannya.

Melalui kegiatan ini, PC GP Ansor Pacitan berharap semangat perjuangan dan keteladanan para tokoh terdahulu dapat terus diwariskan kepada kader-kader muda. Ziarah pun diharapkan menjadi pengingat agar gerakan kepemudaan tetap berpijak pada nilai agama, tradisi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini menjadi wasilah untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat pengabdian. Apa yang baik dari para pendahulu harus kita rawat dan kita lanjutkan,” pungkas Zainal Arifin. (Red.)

Posting Komentar

0 Komentar