Advertisement

 


Anak Tukang Tambal Ban Asal Pacitan Tembus Liga Top Skor Nasional, Harumkan Nama Daerah

Anak Pacitan tampil di Liga Top Skor Nasional

PACITAN | Arvatra – Kisah inspiratif datang dari Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Di balik profesi sang ayah sebagai tukang tambal ban, tersimpan mimpi besar yang kini mulai menjadi kenyataan. Camriey Aigo Kusuma, bocah berusia 10 tahun asal Pacitan, berhasil tampil membela Sekolah Sepak Bola (SSB) Pendowo FC Sidoarjo pada ajang bergengsi Liga Top Skor Nasional Championship 2026.

Kompetisi yang menjadi salah satu panggung pembinaan pesepak bola usia dini di Indonesia itu digelar di dua lokasi berbeda. Kategori usia 10 tahun berlangsung di Jagorawi Football, sementara kategori usia 12 tahun dimainkan di kawasan Sentul City.

Saat ditemui awak media pada Jumat (7/8/2026), Hargo, ayah Camriey, tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan harunya melihat putranya mampu bersaing di tingkat nasional.

"Kami hanya bermodalkan semangat dan doa. Tidak ada yang istimewa, kami orang biasa," ujar Hargo dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Hargo, dukungan orang tua tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Baginya, memberikan motivasi, semangat, serta mendampingi anak selama menjalani latihan sudah menjadi bekal berharga untuk mengantarkan Camriey meraih prestasi.

"Kami selaku orang tua hanya bisa memberikan semangat, motivasi, dan mengajarkan anak untuk tetap fokus saat dilatih oleh pelatih di SSB tersebut," tuturnya.

Di balik kebahagiaan itu, Hargo juga menyampaikan harapannya terhadap perkembangan olahraga, khususnya sepak bola, di Kabupaten Pacitan. Ia menilai minat anak-anak terhadap olahraga mulai berkurang karena lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.

Karena itu, ia mengajak para orang tua agar lebih aktif mendorong putra-putrinya untuk berolahraga sejak usia dini.

"Saya mengajak seluruh orang tua di Pacitan untuk lebih banyak memberikan motivasi kepada anak-anak. Ajaklah mereka berolahraga agar tidak ketergantungan pada gawai atau handphone," pesannya.

Perjalanan Camriey Aigo Kusuma menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Dengan kerja keras, disiplin, dukungan keluarga, dan kesempatan yang tepat, anak-anak dari daerah pun mampu menunjukkan kualitasnya di panggung nasional.

Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua di Pacitan, untuk terus mendukung bakat dan minat anak-anak di bidang olahraga. Sebab, dari desa kecil sekalipun, bukan tidak mungkin akan lahir pesepak bola masa depan yang mampu mengharumkan nama Pacitan bahkan Indonesia. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar