Advertisement

Supplier BSPS Pacitan Menjerit, Pencairan Lambat Ganggu Likuiditas dan Uang Putar

Foto Dokumentasi Penggiat Sosial Heru Suranto 

PACITAN | Arvatra – Lambatnya pencairan dana program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Pacitan mulai dikeluhkan sejumlah penyedia material atau leveransir. Persoalan tersebut dinilai berdampak pada likuiditas dan perputaran modal usaha mereka.

Keluhan baik melalui perbincangan telepon seluler maupun whatsapp itu diterima pegiat sosial Suranto dari para supplier yang telah memasok material untuk pembangunan rumah penerima BSPS.

Menurut Suranto, persoalannya bukan sekadar pembayaran yang belum diterima. Dana dari BSPS tersebut merupakan bagian dari modal kerja yang harus kembali berputar untuk membeli material, membayar kewajiban kepada pemasok, serta memenuhi kebutuhan pembangunan berikutnya.

“Panjangnya alur birokrasi yg harus dilalui dengan posisi relatif jauh dari wilayah PB membuat lamanya pencairan anggaran, hal tersebut sangat mempengaruhi perputaran dan likuiditas modal para leveransir atau penyedia bahan bangunan,” ujar Suranto, Jum'at, (11/9/2026).

Ia memahami bahwa pencairan membutuhkan proses administrasi. pun keluarnya SK yg tidak bersamaan dan panjangnya tahapan tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi penyedia material. bahkan akan sangat mempengaruhi kinerja TFL yg dibatasi dengan rentang waktu kontrak terbatas. karena proses verifikasi yang relatif jauh dari Balai Propinsi maka perlunya peran OPD Wilayah Penerima Bantuan.. sehingga proses verifikasi bisa lebih cepat dan pelaksanaan PSN juga bisa dilakukan dalam waktu relatif cepat pada TA berjalan

Suranto juga menyoroti ketentuan dalam Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026 yang menurutnya mengatur bahwa setelah laporan memenuhi ketentuan, proses pencairan semestinya dapat dilakukan dalam batas waktu yang telah ditentukan. (Red.) 

Posting Komentar

0 Komentar